Categories
Parenting

Pengalaman Manis Hamil di Negeri Orang

Franka Soerianata- negara – Semin, dari merasa beruntung ke- Riviera Semin (1) mama tika selang tiga bulan setibanya di Turki, ia dinyatakan hamil. Prosedur untuk mendapatkan dokter di rumah sakit termasuk mudah. Franka tinggal mendaftarkan nomor identitasnya sebagai warga asing atau yabanci kimlik numara. “Di Turki nomor penduduk ini sangatlah penting. Hampir semua pelayanan kesehatan memakai nomor ini, karena semuanya online.” Berdasarkan nomor pelayanan ini, setiap keluarga akan dirujuk ke Dokter Keluarga yang juga bertugas melakukan pemeriksaan kehamilan dan siap mengunjungi rumah apabila kita tak bisa berkunjung ke klinik atau ke rumah sakit.

Komunikasi dengan warga asing dilakukan dalam bahasa Inggris karena rata-rata orang Turki memang mampu berbahasa Inggris, kata Franka. Sama seperti di Indonesia, di sana pun, mama hamil bisa memilih rumah sakit negeri ataupun swasta. “Saya memilih pelayanan dokter di rumah sakit swasta meskipun fasilitas gratis disediakan pemerintah,” kata Franka yang ketika tahu positif hamil segera mencari tahu, bagaimana prosedur pemeriksaan kehamilan dan persalinan di Turki. “Menurut cerita temanteman, pelayanan gratis di Turki sering harus lama mengantre,” begitu alasannya. Di mana-mana, kalau mau gratis ya harus rela menunggu antrean yang lebih panjang.

Sama seperti di sini atau juga di Afrika Selatan, seperti yang dialami Nia Dahlan, warga Indonesia yang tinggal di Pretoria. Ibu dari Moira Kusuma (11) dan Mughnibar Ario (2) ini akhirnya memilih pelayanan rumah sakit swasta di kotanya. “Soalnya kalau rumah sakit pemerintah pelayanannya basic banget. Kebetulan biaya rumah sakit swasta ini dikover oleh asuransi suami. Lagi pula sistemnya by appointment, jadi enggak perlu menunggu. Ini membantu sekali buat ibu hamil.” Memang, tidak semua negara bisa menyediakan pelayanan kesehatan gratis untuk seluruh warganya. Amerika Serikat, misalnya.

Di sana, kalau mau menghemat biaya, mama hamil bisa datang ke bidan se perti di sini. Inilah yang dilakukan Deswita Bailey (36), perempuan Indonesia yang menikah dengan pria Amerika. Ketika dinyatakan hamil, ia langsung membuat perbandingan antara biaya kontrol ke bidan (midwife) dan ke dokter. “Di Amerika, penanganan kehamilan dan persalinan memang ada dua tempat. Kita bisa memilih midwife yang bisa membantu melahirkan di rumah atau dengan dokter. Saya memilih ditangani midwife, mulai dari kehamilan hingga persalinan karena biaya persalinan di rumah sakit sangat mahal. Kalau dengan dokter kandungan berarti kita harus attach pada rumah sakit.

Maksudnya, periksa dan melahirkan di sana. Kalau dengan midwife persalinan bisa di rumah. Selain itu midwife lebih menyenangkan, karena di setiap jadwal pemeriksaan mereka datang ke rumah. Kalau ada yang sangat penting, mereka bisa ditelepon dan datang ke rumah,” cerita Deswita yang melahirkan Justin Stefan (4) di Springfi eld, Illinois dengan tanggungan asuransi. Di negara kita pun, banyak bidan bersedia melakukan pemeriksaan ke rumah, terutama jika mamil tinggal di daerah terpencil. Korea lebih bikin sirik lagi.

Perempuan hamil di sana mendapatkan fasilitas khusus dari pemerintahnya. Hal pertama yang dilakukan Silvia Ratih Koon-Jae (27) setelah dinyatakan hamil adalah meng hubungi kantor perfektur (se macam kotamadya) setempat untuk melaporkan kehamilan. “Dokter memberikan saya rujuk an untuk ke perfektur. Di sana, baik perempuan warga Korea, maupun warga asing yang menikah dengan orang Korea diberikan subsidi sebesar 400.000 won (setara 5.000.000 rupiah) untuk biaya pemeriksaan kehamilan. Dari perfektur, saya dapat surat untuk membuka account yang kemudian saya bawa ke Korean Bank. Besoknya saya sudah punya debit card yang tinggal saya “gesek” setiap kali periksa kehamilan,” katanya. Saat ini ia sedang hamil 6 bulan dan tinggal di Seoul bersama suaminya.

Untuk anak yang ingin mahir dalam berbahasa asing khususnya bahasa Perancis bisa mengikuti bimbingan belajar bahasa di kursus bahasa Perancis di Jakarta yang terpercaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *