Membawa Mural ke Interior Rumah

Mural atau Seni MelukiS pada dinding merupakan salah satu budaya masyarakat urban yang kerap kita temui pada area-area terbuka di sekitar kita. Biasanya gambar-gambar ini memiliki pesan-pesan mulai dari sosial hingga idealisme senimannya. Namun tidak hanya sekadar gambar untuk mengisi tembok maupun ruangruang yang kosong, kita pun dapat menerapkannya sebagai elemen dekoratif pada interior rumah. Mural memiliki nilai seni yang tinggi. kita dapat melihat beberapa masterpiece misalnya pada langit-langit bangunan bersejarah seperti gereja-gereja di benua eropa. Jika dibandingkan dengan cutting sticker dan wallpaper, mural dapat menampilkan detail-detail dari sebuah gambar dengan lebih rapi, tajam, dan tidak harus berpola (berulang), sehingga kita bisa meng-customize gambar yang diinginkan pada dinding atau langit-langit interior rumah. Mengetahui apa yang kita inginkan adalah poin penting jika kita ingin menerapkan penggunaan mural di interior rumah, karena bagaimanapun pengerjaan sebuah mural tidaklah selayaknya sebuah wallpaper. sebisa mungkin pengerjaan mural mulai dari awal hingga selesai berjalan dengan baik, tanpa perubahan apapun dalam proses pengerjaannya. oleh karena itu, menurut Richard dari Indonesia Mural, komunikasi yang baik antara pemilik dan senimannya sangatlah penting Yang harus dipahami adalah cara mengecat mural yang beraneka ragam, mulai dari realisme, naturalisme, hingga surealisme.

kita memiliki banyak pilihan untuk memilih cara pengecatan yang kiranya kita sukai dan sesuai dengan interior rumah. Nuansa yang akan ditampilkan pun akan sangat tergantung pada keinginan. Apabila menginginkan nuansa yang meriah, maka dapat menggunakan warna-warna pop art yang menyala. sebaliknya, jika menginginkan nuansa redup dapat membuat mural-mural yang lebih natural ataupun panorama. Warna cat tergantung dengan gambar dan mural yang akan dibuatkan. Nuansa dan tata cahaya pada ruangan juga akan sangat menentukan. Untuk pemilihan cat yang akan digunakan haruslah disesuaikan terlebih dahulu dengan materialnya.

Baca Juga : Jual Genset Jakarta

Dinding, lantai, hingga plafon yang terbuat dari material yang berbedabeda mulai dari semen, gipsum, GRC, dan lain-lain akan mendapat perlakuan yang berbeda-beda dalam pemilihan cat dan teknik melukisnya. Perawatan mural sendiri tergolong cukup mudah dan murah. Untuk sebuah mural, daya tahannya cukup lama, yakni sekitar 3 sampai dengan 10 tahun. Mural yang dirawat secara saksama juga bisa bertahan sampai dengan ratusan tahun, misalnya seperti mural pada langit-langit bangunan bersejarah di eropa. Membentuk interior dengan menggunakan mural dapat membuat ruangan tampil ekspresif. Lebih dari itu, menggunakan mural di interior rumah dapat pula menunjukan karakter kita sebagai pemilik, dan nilai tersebut dapat kita tunjukan kepada rekan-rekan yang berkunjung ke rumah kita.

Tips AwAL MeNGGUNAkAN MURAL

Bagi orang-orang yang berminat untuk menggunakan mural pada interiornya, Richard dari Indonesia Mural memberikan beberapa saran. Yang pertama adalah mengetahui kesan apa yang ingin Anda munculkan dari ruangan tersebut terlebih dahulu. setelah itu tentukan dan gunakan lighting yang sesuai dengan mural yang akan dikerjakan. Tentukan juga apakah Anda ingin mengerjakan mural tersebut sendiri, ataukah menggunakan jasa seniman profesional

LANGkAh MeMbUAT MURAL

Apabila kita ingin mencoba mengerjakan mural sendiri, berikut langkah-langkah yang dapat diterapkan.

• Membuat rancangan gambar awal.

• Membersihkan bidang yang akan digambar.

• Memblok bidang tersebut dengan warna dasar.

• Membuat mal (pola), atau acuan cetakan untuk detaildetail gambar yang diinginkan. selain menggunakan mal, gambar juga bisa langsung dibuat secara manual dengan tangan. Pada bidang yang akan digambar dibuat outline dengan menggunakan kapur, lalu diwarnai dengan kuas.

• Memulai pengecatan dengan warna-warna yang disesuaikan pada pola.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *