Mengandung Mikronutrien Penting Bagian 2

Kalsium disampaing sangat penting untuk membangun gigi dan tulang agar kuat, akan tetapi juga berguna untuk perkembangan fungsi otot dan saraf, membantu pembekuan darah, dan mengaktifkan enzim yang mengubah makanan menjadi energi. Sekitar 99% cadangan kalsium dalam tubuh terdapat pada tulang dan gigi. Dan karena anak-anak mengalami pertumbuhan tulang sepanjang waktu, maka mereka membutuhkan pasokan kalsium untuk mendukung pertumbuhan yang sehat.

“Namun bagi kita yang hidup di negara tropis, pembentukan pro-vitamin D menjadi vitamin D di bawah kulit sangat terbantu oleh paparan sinar matahari. Jadi untuk anak-anak Indonesia manfaat susu yang utama adalah sebagai sumber kalsium dan zat besi,” ujar Sa’diah. Zat besi dibutuhkan untuk perkembangan otak balita dan pembentukan sel darah merah. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia dan dapat mengganggu perkembangan keterampilan fisik dan mental anak.

Mengandung Mikronutrien Penting

sat-jakarta.com – Menurut Sa’diah Multi Karina MKes, ahli gizi dari Politeknik Kesehatan Jakarta II, susu adalah bahan makanan yang tergolong dalam sumber protein hewani dari sapi, kambing, dan lain-lain. Namun yang umum dikonsumsi adalah susu sapi. Selain sebagai sumber protein, susu merupakan sumber kalsium dan fosfor yang baik dan mudah diserap oleh tubuh sehingga susu baik untuk pertumbuhan tulang serta gigi.

Baca juga : kursus IELTS terbaik di jakarta

Karena alasan inilah susu baik dikonsumsi oleh anak yang masih dalam masa pertumbuh an. Misalnya anak batita dan balita. “Tak dapat dimungkiri, ASI merupakan makanan lengkap pertama bagi bayi yang tidak tergantikan dengan produk lain. Oleh sebab itu, anjuran mengonsumsi ASI eksklusif selama 6 bulan, diteruskan hingga 2 tahun, sangatlah baik karena ASI tidak dapat digantikan oleh susu lain dengan teknologi secanggih apa pun,” jelas Sa’diah. Saat si kecil sudah di atas 2 tahun, barulah ia dapat mulai menikmati minum dua gelas susu setiap hari.

Mengapa dua gelas? Penelitian di Kanada mencatat, dari minum 2 gelas susu sehari, anak-anak akan mendapat jumlah vitamin D yang cukup tanpa menurunkan kadar zat besi. Tentu, konsumsi susu harus tetap diimbangi dengan konsumsi makanan lainnya. Bagaimanapun, tidak ada bahan makanan yang mengandung gizi selengkap-lengkapnya.

Dr Jonathon Maguire, dokter anak dan ilmuwan di Rumah Sakit St. Michael di Toronto, me ngatakan, vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium yang diperlukan untuk pertumbuhan dan kepadatan tulang. Vitamin D juga dapat membantu mencegah penyakit autoimun, pernapasan, dan kardiovaskular. Untuk melihat manfaat susu, Maguire dan rekanrekannya telah meneliti lebih dari 1.300 balita dalam rentang usia 3 sampai 5 tahun.

Dalam penelitian ini orangtua mereka bertugas melaporkan berapa banyak susu yang dikonsumsi anak-anak. Sedangkan kadar vitamin D dan kadar zat besi dalam tubuh mereka diukur melalui tes darah. Hasilnya, semakin ba nyak konsumsi susu sapi, kadar vitamin D dalam tubuh semakin meningkat. Berarti, penyerapan kalsium yang masuk bisa berlangsung optimal.

Pengalaman Manis Hamil di Negeri Orang Bagian 2

>> TERKAGET-KAGET Lisa Natalia Harahap (34) yang melahirkan Frederico Aidil Harahap (2) sempat dua kali kaget gara-gara pengalamannya hamil di Belgia. Pertama, “Saya sempat dimarahi karena ketika pertama kali ke dokter kandung an usia kehamilan saya sudah tiga bulan.” Lebih tidak enaknya lagi, Lisa kurang memahami bahasa Belanda dan Prancis yang dipakai di Belgia. Alhasil, ia langsung memesan dan membaca buku What to Expect When You Are Expecting. “Buku ini sangat membantu saya saat konsultasi dengan dokter,” ujarnya.

Kedua, Lisa kaget ketika diminta menjalani serangkaian tes yang merupakan standar kontrol kehamilan di minggu tertentu. Antara lain tes darah untuk mengetahui golongan darah dan rhesus ibu hamil, tes HIV, toxoplasma, dan ainnya. “Di Brussel, tes HIV ini wajib seperti tes-tes yang lain. Jadi saya cukup kaget juga meskipun ada konselingnya,” kata Lisa yang mengaku senang karena semua tesnya menunjukkan hasil yang baik. Pemeriksaan yang bikin kaget juga dialami Silvia yang belum beradaptasi dengan bahasa Korea.

Pada kontrol pertama, selain cek fisik, ia sempat ditawari mengikuti Triple Screen atau Alphafetoprotein Test. Tujuannya untuk mengetahui kemungkin an adanya kelainan pada calon anak. “Tapi saya tolak, karena menurut dokter kelainan yang terdeteksi enggak bisa diobati atau diperbaiki. Orangtua hanya bisa memutuskan apakah akan meneruskan kehamilan itu atau tidak, dan apabila diputuskan untuk dilanjutkan orangtua bisa lebih bersiap diri. Saya pasrah berserah diri saja. Kalaupun ada kelainan, masak iya mau digugurkan?”

Pengalaman Manis Hamil di Negeri Orang

Franka Soerianata- negara – Semin, dari merasa beruntung ke- Riviera Semin (1) mama tika selang tiga bulan setibanya di Turki, ia dinyatakan hamil. Prosedur untuk mendapatkan dokter di rumah sakit termasuk mudah. Franka tinggal mendaftarkan nomor identitasnya sebagai warga asing atau yabanci kimlik numara. “Di Turki nomor penduduk ini sangatlah penting. Hampir semua pelayanan kesehatan memakai nomor ini, karena semuanya online.” Berdasarkan nomor pelayanan ini, setiap keluarga akan dirujuk ke Dokter Keluarga yang juga bertugas melakukan pemeriksaan kehamilan dan siap mengunjungi rumah apabila kita tak bisa berkunjung ke klinik atau ke rumah sakit.

Komunikasi dengan warga asing dilakukan dalam bahasa Inggris karena rata-rata orang Turki memang mampu berbahasa Inggris, kata Franka. Sama seperti di Indonesia, di sana pun, mama hamil bisa memilih rumah sakit negeri ataupun swasta. “Saya memilih pelayanan dokter di rumah sakit swasta meskipun fasilitas gratis disediakan pemerintah,” kata Franka yang ketika tahu positif hamil segera mencari tahu, bagaimana prosedur pemeriksaan kehamilan dan persalinan di Turki. “Menurut cerita temanteman, pelayanan gratis di Turki sering harus lama mengantre,” begitu alasannya. Di mana-mana, kalau mau gratis ya harus rela menunggu antrean yang lebih panjang.

Sama seperti di sini atau juga di Afrika Selatan, seperti yang dialami Nia Dahlan, warga Indonesia yang tinggal di Pretoria. Ibu dari Moira Kusuma (11) dan Mughnibar Ario (2) ini akhirnya memilih pelayanan rumah sakit swasta di kotanya. “Soalnya kalau rumah sakit pemerintah pelayanannya basic banget. Kebetulan biaya rumah sakit swasta ini dikover oleh asuransi suami. Lagi pula sistemnya by appointment, jadi enggak perlu menunggu. Ini membantu sekali buat ibu hamil.” Memang, tidak semua negara bisa menyediakan pelayanan kesehatan gratis untuk seluruh warganya. Amerika Serikat, misalnya.

Di sana, kalau mau menghemat biaya, mama hamil bisa datang ke bidan se perti di sini. Inilah yang dilakukan Deswita Bailey (36), perempuan Indonesia yang menikah dengan pria Amerika. Ketika dinyatakan hamil, ia langsung membuat perbandingan antara biaya kontrol ke bidan (midwife) dan ke dokter. “Di Amerika, penanganan kehamilan dan persalinan memang ada dua tempat. Kita bisa memilih midwife yang bisa membantu melahirkan di rumah atau dengan dokter. Saya memilih ditangani midwife, mulai dari kehamilan hingga persalinan karena biaya persalinan di rumah sakit sangat mahal. Kalau dengan dokter kandungan berarti kita harus attach pada rumah sakit.

Maksudnya, periksa dan melahirkan di sana. Kalau dengan midwife persalinan bisa di rumah. Selain itu midwife lebih menyenangkan, karena di setiap jadwal pemeriksaan mereka datang ke rumah. Kalau ada yang sangat penting, mereka bisa ditelepon dan datang ke rumah,” cerita Deswita yang melahirkan Justin Stefan (4) di Springfi eld, Illinois dengan tanggungan asuransi. Di negara kita pun, banyak bidan bersedia melakukan pemeriksaan ke rumah, terutama jika mamil tinggal di daerah terpencil. Korea lebih bikin sirik lagi.

Perempuan hamil di sana mendapatkan fasilitas khusus dari pemerintahnya. Hal pertama yang dilakukan Silvia Ratih Koon-Jae (27) setelah dinyatakan hamil adalah meng hubungi kantor perfektur (se macam kotamadya) setempat untuk melaporkan kehamilan. “Dokter memberikan saya rujuk an untuk ke perfektur. Di sana, baik perempuan warga Korea, maupun warga asing yang menikah dengan orang Korea diberikan subsidi sebesar 400.000 won (setara 5.000.000 rupiah) untuk biaya pemeriksaan kehamilan. Dari perfektur, saya dapat surat untuk membuka account yang kemudian saya bawa ke Korean Bank. Besoknya saya sudah punya debit card yang tinggal saya “gesek” setiap kali periksa kehamilan,” katanya. Saat ini ia sedang hamil 6 bulan dan tinggal di Seoul bersama suaminya.

Untuk anak yang ingin mahir dalam berbahasa asing khususnya bahasa Perancis bisa mengikuti bimbingan belajar bahasa di kursus bahasa Perancis di Jakarta yang terpercaya.